Breaking News
recent

Sebungkus Berarti Lebih

Siapa bilang anak muda kongkow berujung hura-hura. Komunitas Berbagi Nasi Semarang justru membuktikan mereka berkumpul untuk menyebar kepedulian terhadap sesama yang kekurangan.

"Kami ingin menggugah rasa kepedulian sosial anak-anak muda Semarang, bahwa di sekitar kita masih ada orang-orang yang tidak beruntung. Bahkan hanya untuk makan saja mereka kesusahan. Meski cuma nasi sebungkus, mereka sangat menerima pemberian kita," Shafira Inas Nurina dan Hisyam Basyeban yang menimpali.

Untuk menggugah rasa peduli anak-anak muda, komunitas yang berdiri di Semarang pada 9 Februari 2013 itu, mengadakan kegiatan amal bertajuk 'Sebungkus Berarti Lebih'. Aneka kegiatan Komunitas Berbagi Nasi Semarang ini pun dimulai sejak 30 November 2013, dan tetap berlangsung hingga kini.

“Beberapa waktu lalu kami sempat membuat event charity di Semarang,”  lanjut Shafira. Diisi dengan aksi panggung musik akustik, perkusi, galeri foto, saling berbagi info komunitas, serta belanja amal. "Dan tentu saja akan ditutup dengan aksi berbagi nasi kepada mereka yang kurang beruntung," ucap mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Undip, yang menjadi leader project acara tersebut.

Koordinator komunitas Berbagi Nasi Semarang, Hisyam Basyeban, mengatakan charity event ini untuk mengajak anak-anak muda asli Semarang untuk lebih peduli. Sebab, selama ini, para pejuang Berbagi Nasi, justru didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari luar kota Semarang. "Bahkan, banyak yang dari luar pulau yang jauh-jauh," kata mahasiswa Arsitektur Undip itu.

Komunitas ini awalnya terbentuk dari tiga orang pemuda yang gelisah saat malam minggu. Mereka ingin mengisi waktu, dengan cara-cara jalan-jalan tapi bermanfaat. "Akhirnya, kami bertiga terinspirasi dari komunitas Berbagi Nasi di Bandung. Kami pun membentuk komunitas serupa di sini," ucapnya. Awalnya, lanjut Hisyam, dia dan dua orang temannya hanya berhasil mengumpulkan 11 bungkus nasi. Yang kemudian dibagikan ke para gelandangan dan pengemis di sekitar Pasar Johar. "Kami biasanya beraksi mulai pukul 22.00".

Kini, setiap malam Minggu sekitar jam tersebut, mereka berkumpul di depan gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan. Selanjutnya, mereka akan mengumpulkan donasi untuk dibelikan nasi, yang akan dibagikan kepada para gelandangan dan pengemis. "Kami menerima donasi uang, atau pun nasi bungkus," ucapnya.

Malam itu, usai acara kegiatan sosial, mereka berhasil mengumpulkan uang beberapa ratus ribu, yang kemudian dibelikan 54 bungkus nasi. "Kami bagikan untuk yang membutuhkan, terutama di Pasar Johar dan sekitarnya”.

Jangan pernah lelah untuk selalu peduli terhadap sesamamu, jika bukan kita lalu siapa lagi?

 
Ae/Al
Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.