Breaking News
recent

Ruang Publik, Rugi Tak Dimanfaatkan

Kita tahu bahwa ruang publik memiliki berbagai fungsi. Secara ekonomi bisnis, ruang publik memberi pengaruh yang positif pada nilai property, karena mampu mendorong performa ekonomi regional dimana ruang publik menjadi lahan  bisnis yang baik jika dimanfaatkan secara positif.

Jika ditilik dari sisi kesehatan selain menjadi paru-paru kota, ruang publik menjadi magnet bagi warga karena mendorong masyarakat untuk aktif melakukan gerakan fisik. Ruang publik menyediakan ruang informal dan formal bagi kegiatan olahraga, semua aktifitas ini jelas akan mengurangi stress. 

Secara Sosiologis, interaktif ruang publik menyediakan ruang bagi interaksi dan pembelajaran sosial pada segala usia, mengurangi resiko terjadinya kejahatan dan sikap anti-sosial. Ruang publik juga mampu mengurangi dominasi kendaraan bermotor sehingga angka kecelakaan dapat berkurang serta mendorong dan meningkatkan kehidupan berkomunitas. 

 Kehadiran ruang publik bagi lingkungan pun bisa dirasakan dengan efek keberadaannya yakni mendorong terwujudnya transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas udara, mengurangi efek heat island (pemanasan udara disekitar )dan pencegahpolusi. Ruang publik juga menstimuli terciptanya kesempatan untuk berkembangnya keanekaragaman hayati. 

Ruang publik bisa menjadi lahan bisnis yang efektif termasuk bagi pemda.

Salah satunya adalah sebagai wadah untuk menggelar pentas budaya setempat, sebagai wahana memperkenalkan produk khas daerah mulai dari fashion hingga kuliner kepada wisatawan. 

Dalam mengembangkan berbagai kesenian terutama tentunya harus didukung insfaktruktur dan tempat yang memadai. Agar budaya dan kesenian daerah  itu tidak punah  maka kesenian ataupun budaya suatu daerah tersebut dapat di pertontonkan ke masyarakat luas. 

Tempat pertunjukan kesenian ataupun budaya tidak hanya di suatu ruangan ataupun Gedung kesenian, tapi juga bisa juga memanfaatkan  ruang publik untuk berkreasi ."Untuk membangkitkan minat regenerasi kesenian tradisional, sehingga tetap eksis di masyarakat sepanjang jaman tentunya harus didorong dengan insfakruktur  yaitu dengan memanfaatkan ruang publik “ ujar Moelyono  S.Pd,M.Pd  pemerhati budaya Semarang.

Pria yang juga pengajar di SMAN 9 serta aktif di organisasi  komunitas pranoto Semarang ini berujar   Pemanfaatan Ruang Publik untuk ruang kreasi  dan pengembangan destinasi wisata seni budaya  semestinya dilakukan secara rutin dan periodik. “Ini bagus sebagai sarana promosi daerah, “ungkapnya.

“ Kesenian dan budaya  yang di miliki Semarang  cukup beragam, namun dari keseluruhan  budaya dan kesenian yang dimiliki Semarang  hanya beberapa  kesenian tradisional yang eksis sampai saat ini. Satu contoh Batik Semarangan, berapa orang yang memakainya sebagai busana formal maupun busana fashion sehari-hari?, “tanyanya seolah mengingatkan.

Menurut Moelyono,penyebab kepunahan suatu kesenian salah satunya adalah perubahan paradigma masyarakat serta berkembangnya teknologi media hiburan dari tradisional ke modern .

“Pemanfaatan ruang publik untuk ruang berkreasi selain dapat mengembangkan suatu kesenian juga dapat meningkatkan ekonomi kreatif. Di tempat itu para seniman selain mempertunjukkan suatu kesenian juga dapat memamerkan suatu kerajinan  ataupun kuliner  ciri khas masing masing, “pungkasnya menutup obrolan.  

Hasta MS/Al



Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.