Breaking News
recent

Pentas Ruang Publik, Sebuah Kajian

Mendengar kata ‘Ruang publik’ kita akan diingatkan kembali pada arti per-kata dalam kalimat tersebut yang memiliki filosofi tersendiri. Pentas di ruang publik  tak ubahnya bak  gerakan yang mencoba mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk mengenang dan mengapresiasi kekayaan lokal sekaligus sosialisasi diri. Pentas ataupun bazaar di ruang publik adalah upaya melestarikan beberapa warisan budaya yang masih tersisa dengan membuka ruang seni silaturahmi di ruang publik.

Caranya melalui penyelenggaraan bazaar atau pasar tradisonal, pada perayaan lokal atau hari jadi kota. Melalui bidang budaya dan seni misal pendekatan seni pertunjukan jalanan (pantomim, musik, performance art, tari, sastra, media rekam, rupa/lukis) dalam satu ruang bersama dan bukan hanya sekedar menciptakan peristiwa, melainkan menghidupkan ruang yang telah hilang dari publiknya.Mereka menjadikan ruang tersebut meraung dan bernyawa.Memberikan pesan melalui bentuk seni pertunjukan jalanan yang dipresentasikan oleh masing-masing senimannya.

Mungkin ini bisa disebut sebagai Project Art Intercultural yang melintasi berbagai disiplin ilmu seni/non seni serta lintas budaya yang bisa juga merupakan pengalaman senimannya.Ruang publik dipilih sebagi  ruang pada dimensi panggung/arena pentas untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat luas.Mereka juga tak jarang berperan sebagai fasilitator diruang yang belum pernah terjamah.

Berawal dari sekedar meluangkan waktu yang bila tak digunakan akan menjadi sia-sia dan tak berguna, mereka mencoba membuka beberapa media cetak dan online serta majalah-majalah juga. Bagi masyarakat barangkali  artikel dan juga berita terkini tak mampu menangkap persoalan kebutuhan publik akan ruang.Masyarakat membutuhkan sebuah ruang publik untuk bertemu, bersilaturahmi dan bercengkrama dengan bahagia dan bebas di ruang terbuka.

Dengan mengadakan bazaar atau pentas seni budaya, akan tergali kearifan lokal, mempererat  komunitas independen  lapisan masyarakat untuk bersilaturahmi lebih dekat, mengenal, mengenang, melestarikan dan menjaga serta mengkampanyekan kekayaan, kearifan  budaya lokal sekaligus sejarah warisan budaya (seni, sejarah serta budaya hingga kuliner). Penyelenggaraan bertujuan untuk memberi ruang kepada masyarakat dari kalangan seni dan non seni.

Kegiatan ini berupaya menciptakan ruang publik yangmempertemukan lapisan masyarakat seni dan non seni, dalam hal ini mereka bukan sekedar mengunjungi tempat bersejarah melainkan juga mereka menggelar seni pertunjukan di halaman (yang merupakan ruang publik) tempat bersejarah tersebut.

Lebih dari itu, dengan kegiatan ini merekaakan saling berbagi dan tukar informasi. Dengan menjaga komunikasi maka akan tercipta tali silahturahmi yang ‘menghidupkan’ ruang tadi menjadi ruang publik yang hidup bagi manusia. Disisi lain, pentas di ruang publik  bisa ditumpangkan  misi sebuah penyelamatan mempertahankan dan melestarikan beberapa warisan budaya (world heritage) serta warisan seni, sejarah budaya yang masih ada hingga kini. Perwujudan misi tersebut bisa  diimplementasikan dengan melakukan kampanye universal “Save Our Heritage, dan tak hanya sekedar lip service.”

Terus menciptakan karya, terus berbagi pengalaman yang ditemui dalam tiap perjalanan menyusuri ruang-ruang publik adalah sebuah perialku  yang harus di beri nafas agar ada sebuah aktivitas kreatif dari publik luas secara intens. 

Hasta MS/Al

Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.