Breaking News
recent

Bisnis Kos-an, Cermati Permintaan


Bisnis rumah sering dianggap bisnis yang empuk untuk dicicipi. Pasalnya, hanya dengan modal rumah tempat kita tinggal, bisnis ini sudah bisa dijalankan. Hasilnya, sudah barang tentu menggiurkan.

Berikut ini kelebihan dan kekurangan binis rumah kos yang dikutip dari buku ‘Menjadi Kaya Melalui Properti’ tulisan Panangian Simanungkalit:

Kelebihan :

Pertama, tingkat permintaan (demand) terhadap rumah kos tergolong tinggi, apalagi di kawasan-kawasan yang berdekatan dengan kampus, pusat belanja, perkantoran, atau retail center. 

Mahasiswa umumnya memilih tinggal di dekat kampus, dan rumah kos adalah pilihan utama, karena harga sewanya lebih murah. Di sisi lain, karyawan atau penjaga toko yang bekerja di pusat belanja tatau perkantoran juga merupakan pangsa utama rumah kos. 

Kedua, capital gain rumah kos dapat diperoleh dalam jangka panjang (lebih dari lima tahun). Dibanding investasi tanah kosong dan rumah sewa, capital gain rumah kos rata-rata lebih tinggi.

Ketiga, rumah kos memiliki capital rate (Cap-rate) 5% – 7%.Dibandingkan dengan rumah sewa, Cap Rate rumah kos memang lebih tinggi. Pasalnya, rumah kos mesti memberikan servis bagi penghuninya, seperti jasa tukang cuci dan setrika, atau manajemen yang membatasi waktu kunjungan (biasanya terjadi di rumah kos khusus wanita).

Kekurangan :

Pertama, pemilik rumah harus menyiapkan manajemen yang membuat peraturan dan melayani kebutuhan para penyewa, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika, memasak, sampai mengatur jam kunjungan. Semua itu memerlukan perhatian lebih dari pemilik. Terkadang pemilik rumah kos juga harus menyewa orang yang secara khusus bertugas melayani dan mengawasi para penyewa.

Kedua, pembayaran kadang tersendat. Hal ini kerap terjadi, karena umumnya penyewa rumah kos adalah mahasiswa yang belum memiliki penghasilan sendiri atau pegawai toko yang bergaji tidak terlalu besar. 

Ketiga, rumah kos tidak lagi diminati jika kampus atau pusat belanja yang berada di dekat lokasi tersebut pindah atau tutup. Akan tetapi hal ini jarang sekali terjadi, sehingga berinvestasi rumah kos tetap menjadi pilihan yang cukup aman.

Gatot Prihambodo  yang tengah memebangun rumah kost di kawasan Kauman , Mjapahit berujar. “ Saya melihat peluang, disini para pegawai Toserba Swalayan Ada  maupun mahasiswa STEKOM yang di Pedurungan amat banyak yang membutuhkan kos2an.,” ucap Gatot.

Bagi Pria alumni Fisip Undip ini yang terpenting dalam bisnis rumah kos adalah lokasi. “lokasi itu penting mas. Rumah saya di Sinar Waluyo Semarang. Namun jika saya buka rumah kos disana , siapa yang mau kos, Nah, jika d kauman ini  jelas calon penyewanya dari karyawan swalayan ada maupun mahasiswa , tutur Gatot diplomatis. 

Menyoali  penyesuaian kualitas bangunan dan segmentasi pasar, Pria kurus ini  mengaku  tinggal menyesuaikan kemampuan mereka serta melihat demand yang ada. “Lihat prospek calon penyewanya , jika demand yang paling banyak adalah karyawan kelas menengah kebawah ya bangunannya diuat sesuai dengan standar kemampuan mereka, “ ucap Gatot pri.

Sejarah Kos Mahasiswa

Jika ditelusuri sejarah kos mahasiswa , maka dulu kos dipeuntukkan bagai mahasiswa yang berasal dari daerah yang jauh dari kampus. Sebagai tempat tingall, dan sebagai tempat inap. Biaya kos jaman dulu tak semahal kini dulu kos lebih banayak menyatu dengan rumah induk. Maka ada istilah ibu kos, atau induk semang.

Nah pada perkembanagannya , kos di sejumlah kampus  apalagi kampus bonafide macam undip atupu Unika di Bendan Duwur Semarang. Kos tak lagi bisa disebut kos sederhana. Beberapa rumah Kos saat ini ltak ubahnya seperti hotel. Baik bangunannya, maupun  fasilitasnya. 

Yang menjadi pertanyaan adalah  benarkah mahasisiwa Indonesia kaya-kaya ? atau untuk menjadi mahasiwa sekarang musti kaya? Melihat  kos-kos an mahasiswa dengan fasilitasnya yang serba lux  , makin merebaknya kost2an mewah di kawasan Tembalang maupun  Bendan  Duwur Semarang .

 Hasta MS

Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.