Breaking News
recent

Apartemen bagi Mahasiswa, Sepadan


Tingginya biaya sewa kos, atau kontrak rumah di sejumlah kampus di tanah air, hal ini mengakibatkan munculnya persepsi  membandingkan, lalu timbulah  keinginan  ntuk mencicil hunian. Jika sama-sama mengeluarkan uang dengan jumlah yang hamper sama, namun jika membeli bisa menjadi milik sendiri, disbanding menyewa kos, atau mengkontrak?

Keterbatan lahan menjadi kendala bagi siapapun untuk memiliki rumah dan hunian. Maka konsep yang paling tepat adalah mengembangkan konsep hunian vertikal. Salah satu yang kini tengah gencar pembangunannya adalah apartemen. 

Selintas muncul pertanyaan, mengapa apartemen yang menjadi pilihan? Bukankah paradigma masyarakat apartemen merupakan hunian yang mahal, yang pantasnya hanya untuk orang-orang berduit?. Pandangan masyarakat awam tersebut sedikit banyaknya ada benarnya, tapi juga ada alasanya mengapa harga jual apartement seringnya membuat kita berdecak kaget.

Alasan paling inti, tinggal di apartemen dengan lokasi strategis dapat menguntungkan penghuninya. Pasalnya waktu tidak akan terbuang habis di tengah kemacetan menuju kantor, kampus  ataupun tempat umum lain, seperti rumah sakit atau bandara. Biaya perjalanan pun jadi relatif lebih hemat disebabkan jaraknya juga relatif lebih dekat. Apalagi mengingat pola hidup efektif efisien yang menjadi kebutuhan utama saat ini.

Inilah yang menjadi ciri khas dari hunian apartemen. Soalnya tinggal di apartemen juga akan diuntungkan dengan berbagai fasilitas yang di berikan, diantaranya kolam renang, pusat kebugaran, dan pusat perbelanjaan yang turut menjadi nilai plus dari jenis hunian ini. Bisa dikatakan, dengan banyaknya keuntungan tinggal di apartemen membuat mayarakat perkotaan lebih memilih hunian vertikal, ditambah lagi karena masyarakat perkotaan lebih cocok dengan gaya hidup yang praktis dan kebutuhan akan tinggal di area yang strategis.

Nah bagaimana jika yang dibidik konsumen pembeli apartemen adalah mahasiwa? Mahasiswa membeli apartemen? Mengapa tidak?Pertimbangan perbandingan keuntungan dengan mencicil apartemen dibandingkan dengan  jika mengontrak atau kos di daerah  adalah lebih menguntungkan mencicil apartemen.  

Di beberapa kota seperti Jakarta dan Jogyakarta  harga kos per bulan tak jauh beda. Rumah kos di sekitar Margonda, Depok, atau  kawasan Jatinangor juga dipatok dengan harga nyaris sama yakni sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2.5 juta per bulan.” Apartemen mahasiswa akan menjadi solusi yang menarik karena akan lebih mengungtungkan  mencicil atau membeli apartemen dibandingkan menyewa atau mengkontrak,"  ucap Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat,Yana Mulyana. 

Yana menyebut keuntungan yang didapat dalam mengembangkan bisnis apartemen mahasiswa.Selain pasar yang cukup besar, keuntungan lain adalah bisnis pengelolaan apartemen atau building management. Itu sebabnya apartemen lazimnya dibangun di tempat-tempat yang dekat dengan pusat perkantoran, jalur menuju bandara, rumah sakit, dan sekolah.

Saat ini, pangsa pasar apartemen untuk  mahasiswa di kawasan-kawasan pendidikan popular seperti Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang punya pembeli potensial.”Pembeli potensial adalah para orang tua yang punya anak kuliahan, dosen, dan investor. Mereka berkepentingan untuk membeli apartemen khusus mahasiswa ini," papar Ari Wibowo pengusaha properti  Godha inn.

Ari mengakui, “Return on Investment-nya melaju cepat. “Fasilitas ini menjadi daya tarik utama bagi pengembang meraup untung ganda. Namun, penjualan bisa  sedikit terhambat akibat aturan ketat terkait Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)," ujar Yana. ” lanjutnya. Ari menyebutkan, jika kuliahnya sudah selesai, apartemen tersebut dapat dijual dan pasti mendapatkan keuntungan karena harga jual akan terus meningkat. 

Hasta MS




Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.