Breaking News
recent

NGE-GYM, DARI HOBBY JADI TRENDY

Belakangan makin banyak pusat kebugaran dibuka di mal, perumahan atau jejeran gedung pusat bisnis. Makin tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya hidup sehat berbanding lurus dengan kian menjamurnya pusat-pusat kebugaran. Olahraga tak lagi menyasar tujuan untuk hidup sehat, tapi lebih luas sebagai trendy gaya hidup khususnya di wilayah-wilayah perkotaan.

Tak dipungkiri berolahraga adalah jalan terbaik untuk menjaga kesehatan dan stamina. Namun dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk mendapatkan tubuh sehat, bugar dan atletis. Kehadiran banyak tempat yang menyediakan alat olahraga atau fitness center  memudahkan warga mendapakan layanan untuk memelihara kebugaran tubuh.  

Danu (25), salah seorang karyawan sebuah Bank di Semarang mengaku berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh (nge-gym) sekaligus membentuk massa otot yang lebih proposional. Danu meyakini tren nge-gym akan semakin diminati karena selain menciptakan tubuh sehat, bentuk tubuh atletis akan menjadi nilai lebih bagi seorang pria. “Kalau kita bertubuh atletis, tentu akan jadi nilai plus dong,’’ tuturnya bercanda.

Hal serupa diungkapkan Alex (27), yang rela merogoh kocek hingga Rp 2 juta setahun atau rata-rata Rp 150 ribu sebulan  untuk menikmati fasilitas fitness lengkap di salah satu fitness center di Semarang. Menurutnya kesehatan dan vitalitas itu mahal, sehingga biaya yang dikeluarkan sebesar itu masih dianggap wajar, terlebih dengan tren masa kini yang semakin menuntut tubuh pria yang atletis. “Sehat itu mahal, jauh lebih mahal jika harus mengobati tubuh yang terkena penyakit dibanding biaya olahraga. Jadi kalau kita masih menyayangi diri, why not kita menjaga kebugaran, membentuk tubuh atletis dengan menjadikan olahraga sebagai hobby kan,” tutur Alex ditemui di sela aktivitas fitnessnya.

Memang, berolahraga bukan lagi sekedar urusan menyehatkan tubuh tapi menjadi tren di kalangan para kaum urban perkotaan. Terbukti di salah satu tempat fitness terkemuka sekelas Selebrity Fitness, mayoritas membernya merupakan masyarakat berbagai kalangan, dari berbagai bidang pekerjaan serta beragam tingkatan usia. Mereka yang mengikuti berbagai kegiatan di gymnastic ini memang mempunyai tujuan beraneka ragam. Ada yang ingin agar tubuhnya menjadi ramping, berotot, atau juga ingin supaya nampak atletis dan sedap dipandang. Namun, ada juga yang hanya ingin sekadar sehat jasmani, hobi, menghabiskan waktu luang, tren pergaulan bahkan ada yang sengaja berniat untuk mengangkat harga diri.

Gym kini menjadi trend gaya hidup dalam pergaulan masa kini. Jika sepuluh tahun yang lalu, nge-gym atau fitness hanya dilakoni orang berduit karena mahal harganya apalagi lokasinya berada di hotel bintang lima. Kondisi tersebut mulai bergeser dalam tahun-tahun belakangan ini. Bermunculan tempat fitness center untuk nge-gym dengan konsep berbeda yang bisa dilakukan semua lapisan masyarakat karena harganya yang relatif murah.

Remaja, golongan mahasiswa, atau kaum dewasa muda terlihat mulai memenuhi sejumlah fitness center untuk nge-gym. Fitness center tidak lagi menjadi ’daerah jajahan’ mereka yang berusia 40-an tahun. Tak hanya itu, kegiatan nge-gym juga tak hanya diisi oleh kaum adam, kaum perempuan pun mulai banyak mengikuti tren nge-gym. Ya, bukan hal yang aneh dan tabu jika saat ini banyak perempuan yang datang nge-gym untuk membentuk tubuhnya demi mendapatkan kebugaran maupun menurunkan berat badan. Sp

AlemJP

AlemJP

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.