Breaking News
recent

Mobil-mobil Jadul di Kota Lama

Para pemilik mobil antik memamerkan koleksinya di Kota Lama Semarang, setelah menempuh perjalanan panjang dari Magelang, belum lama ini. Nuansa jadul pun memeras nostalgia hingga baheula.

Gelaran Expo Mobil Klasik bertajuk “Top Coffee PPMKI Jateng Tour 2014” ini buah dari kerjasama antara 234 sc dengan Oen’s Fondation Semarang  (yayasan yang bergerak melestarikan warisan budaya), dan merupakan  rangkaian acara dari reli mobil klasik dalam rangka HUT Kota Magelang. Semarang sebagai tuan rumah dan juga sebagai tujuan akhir dari seluruh rangkaian acara tersebut ‘meminjam; Kota Lama sebagai finish.

 
Dengan menghidupkan kembali suasana Kota Lama menjadi hidup seperti, panitia turut mengundang para komunitas sepeda ontel, pemusik jadul, dan  komunitas pencinta baju jadul. Para peserta raeli dan pengunjung pun disuguhi permainan musik dari pemusik jadul serta dimanjakan dengan permainan jadul dan pasar klitikan barang-barang kuno.

Acara yang bertujuan mengangkat sisi heritage Kota Semarang ke mata internasional tersebut dilibati tak kurang 150 jenis mobil klasik dari seluruh Indonesia.

Rute Panjang dari Magelang

Sebelum menggelar expo, sesuai jadwal yang direncanakan, satu persatu para peserta reli mobil kuno ini pun sampai juga di garis finish etape pertama di Kota Lama. Sebelumnya, mereka melakukan start perjalanan dari Kota Magelang sejak pukul 08.00.

Setibanya di Kota Lama, mereka pun kompak men-display mobil-mobil vintage dan klasik mereka di pelataran parkir disana. Hal ini tentu menjadikan tontonan yang unik dan menarik bagi masyarakat sekitar.

 
Lantaran langka, pameran mobil klasik ini menyedot ribuan pengunjung. Bagaimana tidak, mobil-mobil yang dipamerkan memang terbilang langka, dan jarang dilihat oleh masyarakat Semarang. Sebut saja Chevrolet Bel Air tahun 1956, Chevrolet Impala 1958 , Fiat 1100 tahun 1955, Moris Minor tahun 1951, Sunbeam Talbot tahun 1949, dan banyak lagi.

"Tujuan kami menggelar pameran ini dengan tujuan memberi edukasi dan informasi kepada masyarakat luas mengenai mobil-mobil kuno," kata Johny Pramoedito, Ketua Pengda PPMKI Jawa Tengah.

Menurut Putri, salah satu pengunjung asal Villa Aster Srondol, melihat mobil klasik di Semarang merupakan pemandangan yang langka, karena tak banyak warga di Kota Lumpia punya mobil kuno.

"Mobil-mobilnya bagus banget, modelnya seperti di film-film tahun 70-an," kata Putri sambil tersenyum senang.

Putri tak sendiri. Mereka yang hadir di expo tersebut tampak terlongong-longong menyaksikan mobil era mbah-mbah tersebut. Mereka tak hanya sekadar melihat-lihat, namun juga mengabadikan mobil-mobil klasik PPMKI ini dengan kamera.

Acara ini ditutup pada keesokan harinya dengan pelepasan mobil-mobil klasik oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Rendy/Arief

AlemJP

AlemJP

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.